Breaking

Wednesday, July 4, 2018

Zahra Muzdalifah, Striker Cantik Timnas Indonesia Yang Kerap Diremehkan

Zahra Muzdalifah, Striker Cantik Timnas Indonesia Yang Kerap Diremehkan

INIBOLAKU.COM l Berita Bola terupdate, Nikmaji Sajian Lengkap Berita Bola Kami Dan Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Usai Membaca Berita Bola Kami Ya Gaes.... Terima Kasih


Advertisement

"Sepakbola Di Indonesia Sama Populernya Dengan BuluTangkis, Akan Tetapi Sepakbola Kini Tidak Hanya Digandrungi Oleh Kaum Pria, Wanita Pun Juga Mulai Menggandrungi Olahraga Ini Di Indonesia"

IniBolaku.com - Tidak hanya sebagai penggemar akan tetapi kaum wanita juga mulai menggeluti dunia sepakbola secara profesional. Salah satunya adalah Zahra Muzdalifah. Di Piala AFF Wanita 2018, ia merupakan salah satu pilar yang tak tergantikan di lini serang Timnas Indonesia.

Perannya sebagai seorang striker sayap terlihat sangat menonjol. Dibekali dengan kemampuannya berlari cepat, wanita kelahiran 4 april 2001 ini memiliki visi permainan yang bagus untuk membawa Timnas Indonesia lebih baik lagi.

"Saya menggeluti sepakbola sejak usia saya 7 tahun. Awalnya saya hanya anak rumahan, akan tetapi usai diajak liat Papa main bola, saya mulai menyukainya," ujar Zahra

Zahra bercerita jika dia adalah anak wanita yang suka memanjat tembok. Usai menyaksikan ayahnya bermain bola, Zahra mulai mencobanya dan menyukainya.

Zahra Muzdalifah

Secara otodidak, dia mempelajari banyak tekniks epakbola dan melakukannya. Zahra juga mulai mempelajari juggling, shooting dan passing sampai dengan kemampuannya pun terasah usai memasuki usia 10 tahun.

"Hingga usia 10 tahun saya bermain bersama teman-teman di luar. Papa saya melihat sepertinya saya memiliki bakat lantaran tanpa pelatih saya sudah bisa belajar banyak teknik sepakbola seperti passing, kontrol, shooting sampai juggling," ungkapnya.

KERAP DIREMEHKAN

Melihat anaknya punya bakat, Ayah Zahra pun kemudian mendaftarkan Zahra ke Sekolah Sepakbola (SSB) di Madania khusus untuk wanita. Lantaran tidak berkembang, Zahra pun kemudian di pindahkan ke SSB Patriot Merah Putih yang semua muridnya adalah kaum Adam.

Zahra Muzdalifah

Kemudian Zahra kembali berpindah ke ASIOP Apacinti. Di sana kemampuan terus berkembang dan selalu menjadi pilihan dalam tim inti dalam setiap turnamen yang diikuti.

Penampilannya kiat mempesona usai dirinya berpindah ke Jakarta 69 yang ditangani oleh salah satu legenda Timnas Indonesia, Rocky Putiray. Disana, Zahra diajari bermacam-macam teknik sampai kini.

"Di Jakarta 69 aku belajar banyak dari Rocky Putiray. Hingga kini saya masih berada di Jakarta 69," ungkap Zahra yang rupanya merupakan pengagum Neymar ini.

Zahra mengakui, jika jalan hidupnya di sepakbola bukanlah hal yang mudah. Sebagai seorang wanita ia kerap disarankan untuk berhenti bermain bola dan agar lebih memilih menjadi seorang model.

"Kala bermain bola bersama pria saya juga kerap diremehkan. Mungkin karena saya wanita, jadi dianggap tidak bisa bermain bola," ucap Zahra

Disclaimer: Images, articles or videos that exist on the web sometimes come from various sources of other media. Copyright is fully owned by the source. If there is a problem with this matter, you can contact